Archive for April, 2006

Aku

Wednesday, April 26th, 2006

Aku tak tau apa yang ku suka darinya
Aku tak tau apa yang yang membuatku menangis untuknya
Aku juga tak tau mengapa ku biarkan dia mengambil segala rasa dan menghuninya

Mungkin benar katanya “Tau apa kamu tentang diriku ? “
Aku memang nyaris tak mengenalinya
Karena Aku cuma bisa merasa

Tapi aku tau apa yang ku mau
Yang ku tau dan ku mau cuma Satu !
Aku cuma mau DIA !
Disini…sama aku..terus..terus dan seterusnya…

karena aku tau hidupku utuh karena dia
dahaga dan laparku tiada karena dia
letih dan kesalku musnah karena dia
aku jatuh juga karena dia

Tapi dia cuma mau berdiri disana..Di tepian telaga
Menatapku dari jauh hingga telaga itu diselamatkan tepian telaga yang lain.

Cuma itu ternyata rasa yang dia punya untuk telaga yang dia puja.
Sang telaga yang dia sebut tlah dia temukan setelah sekian waktu menghilang.
Cuma itu saja !

Lalu bagaimana aku bisa menunggu ?
Apa yang mesti ku tunggu ?
Pun, dia berkata tidak mampu dan tidak punya perahu untuk mengelilingi setiap jengkal telagaku.
Dan aku tak mau itu !
Aku tak percaya itu !
Aku tak percaya pada ketidak mampuan.
Aku percaya pada kemauan yang bisa mengalahkan ketidakmampuan !
Dan itu Aku !! Aku !!! Sang kepala batu !!!

NoT tHe OnLY OnE

Sunday, April 23rd, 2006

…If I was your woman
And you were my man
You’d have no other woman
You’d be weak as a lamb
If you had the strength
To walk out my door
My love would over rule my sense
And I’d call you back for more…

Dentingan piano mengalunkan intro. Diikuti suara bening Alicia Keys. Menghanyutkan angan.

…Jika benar, Tuhan ciptakan orang-orang ketiga, untuk apa mereka hadir dan dilahirkan ?…

…If I was your woman
If I was your woman
If I was your woman
If I was your woman
And you were my man…

“Aku menyayangi kalian” kata dia diujung telepon. “Dan Bidadari kecil itu sangat berarti bagiku.” Tapi kamu manusia baru yang memberi arti lebih”. “Dan matahari itu ?” tanyaku. Dia jawab dengan helaan napas panjang dan berat. Lalu meluncurlah kalimat itu lagi. “Aku menyayangi kalian.” Dan aku pun cuma bisa tertawa. Dia teruskan kalimatnya. “Kamu adalah tulip hitam dengan kepala sekeras batu. Sesuatu yang menarikku dalam hitungan dua hari dengan sedikit kalimat dan pandangan. Aku jatuh !“

…She tears you down darlin
Says you’re nothing at all
But I’ll pick you up darlin
When she lets you fall cause
You’re like a diamond
But she treats you like glass
Yet you beg her to love you
But me you won’t ask…

Aku tenggelamkan diri dalam telaga meski tau tak mampu berenang. Menghilang dari permukaan….dari kenyataan…..dari realitas yang menyesakkan. Memainkan angan di dasar telaga. Membunuh harapan indah yang sempat muncul. Menyembunyikan tangis dan kekecewaan.

…If I were your woman
If I was your woman
Here’s what I’d do
I’d never, never no no
Stop loving you…

Ada Begitu banyak kasus macam ini yang ku temui. Dengan banyak versi. Orang-orang yang seolah berada di tempat dan saat yang tepat. Mereka hadir sementara, menyembuhkan luka atau sekedar mendengarkan kata-kata, tapi tidak dimiliki sepenuhnya.

…Life is so crazy
And love is unkind
Because she was first darlin’
Will she hang on your mind?
You’re part of me
But you don’t even know it
I’m what you need
But I’m too afraid to show it…

Saat ini..inilah saya..AKU.
Dan denting piano dan suara bening itu berakhir dengan indah.

…If I were your woman
If I was your woman…

Damned !

Sunday, April 16th, 2006

Aku tak punya jawaban atas sebuah bentuk kenyamanan yang tiba-tiba hadir.

Menyeruak, hangat, tenang dan tentram ini.

Kenyamanan yang tak ku pinta

Kenyamanan yang datang dari sebrang dunia yang tak harusnya tak boleh ku nikmati..

Kenyamanan yang seolah mengisi ruang hati yang kosong dan hampir mati…

Aku pikir ini akan segera pergi meninggalkanku sendirian

Pergi dan pergi lagi..

seperti semua yang indah yang ku cintai dan tak mampu ku miliki…

Aku hanya ingin merangkumnya dalam satu rengkuhan.

Rengkuhan yang ku sadar tak kan pernah selamanya…

Rengkuhan yang harus ku pahami bukan milikku sendiri

Rengkuhan yang mustinya ku tolerir….sendiri

Aku masih berdiri dan mungkin memilih berada di alam dan duniaku

Ditengah telaga..begitu dia menyebutnya

Menunggunya menghampiri dengan semua yang dia punya

Entah sampai kapan…

mungkin tak akan lama atau selamanya ?

Entahlah…

Lagi-lagi aku tak punya jawaban

Dan aku tak ingin menjawabnya

Aku hanya ingin merasa

Menjadi egois dengannya…

Tapi rasa ini tak akan jadi nyata

Rasa ini hanya berkeliaran

Menggantungku dengan milyaran pertanyaan dan triliunan harapan

Harapan yang bisa jadi dan hampir pasti kosong..

Nyaris seperti bualan yang tak kan ada habisnya

Aku hanya ingin membuat semuanya jadi sederhana

Merasakan kehangatan dan kenyamanan itu selamanya

Diam dan tak berkata…

Terpejam dan tentram dalam rengkuhan…

Sembari berteriak dan mengutuk Damned ! Damned !

Kenapa..kenapa dan mengapa ?

Ingin aku memakinya

Marah dan melampiaskan semua gundah dan keadaan

yang membuat kami seperti sekarang..

Tapi rasanya tak bisa…aku hanya ingin merasa…

sesaat dan selamanya….

My LovE LifE

Thursday, April 6th, 2006

Healingheart8 Come on to my house
Come on and do something new
I know you love one person so
Why can’t you love too

Give a little something
Give a little something
To My Love Life
To My Love Life
My Love Life
Oh …

I know you love one person so
Why don’t you love two, love?
Oh, love to … 

another words from KL

Wednesday, April 5th, 2006

u re attractive (sexy) but it takes more than that to really consider someone sexy….

it also requires some intellect and smartness …..

i’ve met lots of people (women) in

asia

but so often they are shallow without much to talk about it and without thinking too much ….

without sounding too patronizing

i think you are extremely interesting (as i have expained before) –

u r worldly without having travelled (which is a great trait) and you think !!!!

and put those things together and i find u sexy without even having met you in person !!

“V” for VendeTTa

Tuesday, April 4th, 2006

Dahsyat !!!! 250pxv_for_vendetta_poster_natalie_portm_1

Itu kesan yang aku dapat dari awal sampai akhir film ini. Salute lah buat sang sutradara dan penulisnya ! Mereka sangat berani beropini dan tak pikir panjang dengan menyuguhkan sebuah happy ending dari sebuah masalah yang mereka angkat dari sebuah realita. Endingnya ditutup dengan sebuah situasi yang sangat sempurna dan diharapkan. Tapi buatku itu sah-sah saja. Tokh, mereka punya otoritas macam itu, bikin alur cerita yang berakhir dengan solusi yang hampir mustahil terjadi di dunia nyata.

Tapi sumpah, aku suka banget sama semua masalah yang mereka ungkap di dalam film itu. Mereka ceritain dan gambarin betapa dahsyatnya pengaruh media massa dalam membentuk opini public. Dan mereka pilih media itu adalah televisi berlabel BTN(British National Network) yang sudah disetting sedemikian rupa, supaya jadi corong dan alat propaganda pemerintah yang berkuasa, yakni kanselor Tinggi Suttler.

TV ini berhasil memformat ulang semua fakta yang terjadi di negara itu. TV ini memutarbalikkan semua fakta, demi kepentingan seorang politisi yang berusaha jadi penguasa Negara itu. Dia sengaja ciptakan kepanikan pada masyarakat demi memanfaatkan situasi yang kacau, untuk meraih simpati, suara dan dukungan dari public bahwa dia lah sang penyelemat alias hero . 180pxvendetta_mask

Melihat scene-scene yang menggambarkan how powerfull media can be ini, aku jadi inget jaman kuliah dulu. Jaman kita dikasih banyak teori tentang teori jarum suntik komunikasi media massa

. Baru kebayang, kayak apa dahsyatnya pengaruh media itu euy.

Terus aku jadi semakin amaze, ketika film juga memuat kisah tentang rapi dan teraturnya masyarakat. Rupanya penguasa sangat berhasil membungkam rakyatnya, dengan alasan keamanan dan kesetiaan pada Negara. Rakyat tidak punya kekritisan terhadap apa-apa yang sebenarnya aneh di lingkungannya. Mereka hanya tau dan disuguhkan informasi bahwa semua yang mereka ketahui dan pelajari lewat media, adalah baik-baik saja.

Gila ! Aku jadi ingat,masa-masa orde baru di Negara kita. Semua dibungkam dan diatur sedemikian rupa supaya semua seragam dan sama. Apa-apa yang berbau perbedaan dari garis besar haluan Negara, dilarang, haram dan pasti kena sanksi. Dan bagi mereka yang tetap berjuang untuk kebebasan dan keberagaman, demokrasi, dibungkam, diculik dan dihilangkan.

Well, meski film ini diadaptasi dari sebuah teks yang ditulis tahun 1980, aku tetap lihat film ini adalah kritik sosial terhadap keberadaan masyarakat kita saat ini. Film ini mendukung kritisme yang diusung oleh kelompok pejuang anti kemapanan, anti pemerintah khususnya. Mungkin sebagian kalangan akan melihat sang pahlawan dalam film ini “V” sebagai teroris karena aksi brutal yang di pakai untuk selesaikan masalah yang terjadi pada masyarakatnya.

Tapi buat aku seru dan dahsyat ! Sang pembuat film berani mendobrak semua aturan dan prinsip yang biasa diterima publik barat kok. BRAVO !!!

“V” for VendeTTa

Tuesday, April 4th, 2006

Dahsyat !!!! 250pxv_for_vendetta_poster_natalie_portm_1

Itu kesan yang aku dapat dari awal sampai akhir film ini. Salute lah buat sang sutradara dan penulisnya ! Mereka sangat berani beropini dan tak pikir panjang dengan menyuguhkan sebuah happy ending dari sebuah masalah yang mereka angkat dari sebuah realita. Endingnya ditutup dengan sebuah situasi yang sangat sempurna dan diharapkan. Tapi buatku itu sah-sah saja. Tokh, mereka punya otoritas macam itu, bikin alur cerita yang berakhir dengan solusi yang hampir mustahil terjadi di dunia nyata.

Tapi sumpah, aku suka banget sama semua masalah yang mereka ungkap di dalam film itu. Mereka ceritain dan gambarin betapa dahsyatnya pengaruh media massa dalam membentuk opini public. Dan mereka pilih media itu adalah televisi berlabel BTN(British National Network) yang sudah disetting sedemikian rupa, supaya jadi corong dan alat propaganda pemerintah yang berkuasa, yakni kanselor Tinggi Suttler.

TV ini berhasil memformat ulang semua fakta yang terjadi di negara itu. TV ini memutarbalikkan semua fakta, demi kepentingan seorang politisi yang berusaha jadi penguasa Negara itu. Dia sengaja ciptakan kepanikan pada masyarakat demi memanfaatkan situasi yang kacau, untuk meraih simpati, suara dan dukungan dari public bahwa dia lah sang penyelemat alias hero . 180pxvendetta_mask

Melihat scene-scene yang menggambarkan how powerfull media can be ini, aku jadi inget jaman kuliah dulu. Jaman kita dikasih banyak teori tentang teori jarum suntik komunikasi media massa

. Baru kebayang, kayak apa dahsyatnya pengaruh media itu euy.

Terus aku jadi semakin amaze, ketika film juga memuat kisah tentang rapi dan teraturnya masyarakat. Rupanya penguasa sangat berhasil membungkam rakyatnya, dengan alasan keamanan dan kesetiaan pada Negara. Rakyat tidak punya kekritisan terhadap apa-apa yang sebenarnya aneh di lingkungannya. Mereka hanya tau dan disuguhkan informasi bahwa semua yang mereka ketahui dan pelajari lewat media, adalah baik-baik saja.

Gila ! Aku jadi ingat,masa-masa orde baru di Negara kita. Semua dibungkam dan diatur sedemikian rupa supaya semua seragam dan sama. Apa-apa yang berbau perbedaan dari garis besar haluan Negara, dilarang, haram dan pasti kena sanksi. Dan bagi mereka yang tetap berjuang untuk kebebasan dan keberagaman, demokrasi, dibungkam, diculik dan dihilangkan.

Well, meski film ini diadaptasi dari sebuah teks yang ditulis tahun 1980, aku tetap lihat film ini adalah kritik sosial terhadap keberadaan masyarakat kita saat ini. Film ini mendukung kritisme yang diusung oleh kelompok pejuang anti kemapanan, anti pemerintah khususnya. Mungkin sebagian kalangan akan melihat sang pahlawan dalam film ini “V” sebagai teroris karena aksi brutal yang di pakai untuk selesaikan masalah yang terjadi pada masyarakatnya.

Tapi buat aku seru dan dahsyat ! Sang pembuat film berani mendobrak semua aturan dan prinsip yang biasa diterima publik barat kok. BRAVO !!!

The frizin’ white CrateR-CiwiDeY

Tuesday, April 4th, 2006

Kawah_putihciwidey_1

Hidung peseknya memerah dan mulai berair. Jari jemarinya yang mulai kaku begitu sibuk meraih tissue murahan yang dia beli, mengusap tetes demi tetes ingus yang membuat gatal hidungnya. Rambutnya yang acak-acakan tertiup ributnya angin, ia ikat dengan slayer pinjaman bergambar bendera negri paman sam. Matanya liar mencari dan menikmati semua pemandangan yang bisa dia dapatkan di sekelilingnya. Senyumnya pun jadi lebar ketika menemukan sebatang pohon yang tertinggal yang ia pikir cantik untuk menemaninya berpose di kawah putih, Ciwidey, selatan Bandung.

Sayang posenya dan senyumnya jadi kaku ketika sang fotografer mencoba mengabadikannya. Suhu yang cuma 10 derajat Celsius di tepat siang bolong itu, membuat sang model tak mampu berekspresi ceria. Kumpulan lemak yang minim pada tubuh kecil berbobot 44 kg itu, tak mampu membakar lemak. Bahkan balutan jaket putih yang cukup tebal yang ia kenakan pun, tak sanggup membuatnya tetap hangat. Dingin telah mengalahkannya.

========================================================

Kawah PutiKawahputihh adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m dpl yang berjarak 46 km dari Bandung. Kawah ini terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII.

Nama Patuha sendiri konon berasal dari kata Pak Tua, oleh karenanya masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengan Gunung Sepuh (sepuh artinya tua). Lebih dari seabad yang lalu puncak Gunung Patuha oleh masyarakat setempat dianggap angker, sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Waktu itu, menurut Ny-Nyo, masyarakat cuma tahu bahwa setiap burung yang terbang melintas areal itu mati. Tapi seorang peranakan Belanda-Jerman bernama Dr.Franz Wilhelm Junghuhn, pada 1864, menemukan kawah itu dan berhasil membuktikan bahwa tempat tersebut tidak angker. Matinya burung-burung yang melintas adalah akibat bau belerang yang menyenggat.

Entrance_kwh_pth_1
Entrance_kwh_pth_2

Untuk masuk ke Kawah, kami(Aku, Agus dan Nyo Nyo) harus membayar biaya tiket masuk perorang sebesar Rp 3.000 (sudah termasuk asuransi Rp. 250). Bermodal motor Kymco yang bergantian aku tebengin, kami menempuh jarak sekitar 3 Km guna mencapai kawah. Di sepanjang jalan yang cukup mulus beraspal nan menanjak itu, kami menemukan banyak pepohonan cantik, tinggi, tua. Road_to_kwh_putih
Kami juga sempat menemukan sejumlah mobil besar yang terpaksa menurunkan muatannya karena tak kuat membawa beban. Kami sendiri sempat mendapatkan motor agus tertinggal di belakang karena kurang cepat ganti gigi menghadapi jalan yang cukup berkabut dan licin itu.

Park_lot

Sekitar 15 menit kemudian, kami tiba di lokasi terdekat menuju kawah. Motor pun kami parkir, di dekat warung. Kabut semakin tebal, pun angin semakin kencang berkibar. Bandrek panas pun segera dipesan, menemani nyala rokok yang tak henti mengepul. Tiba-tiba ada yang kelaparan. Rupanya bekal makan siang special yang disiapkan Nyo Nyo jadi alternative pilihan melawan dingin. Tapi rupanya, nasi Padang yang pedas dengan lauk dendeng dan ayam itu, tak mampu memberi rasa. Ia hanya mampu jadi energi kami sebelum menuju ke kawah dengan berjalan kaki sekitar 100 meter.

The_stairs

Dari jarak sekitar 50 meter menuju kawah, kami sudah bisa melihat warna hijau kawah. Bau belerang samar-samar menyambangi hidung, ketika kaki-kaki kami menapaki tangga menuju kawah. Setibanya di kawah ini, kami dihadapkan pada sebuah hamparan air nan luas berwarna hijau. Seketika aku jadi bingung, kenapa namanya bukan kawah Hijau ya ? Sayang, aku tidak menemukan jawabannya. Tapi yang jelas, berwisata di lokasi ini luar biasa. Sangat indah dan berkesan….Thanks ya guys…

The frizin’ white CrateR-CiwiDeY

Tuesday, April 4th, 2006

Kawah_putihciwidey_1

Hidung peseknya memerah dan mulai berair. Jari jemarinya yang mulai kaku begitu sibuk meraih tissue murahan yang dia beli, mengusap tetes demi tetes ingus yang membuat gatal hidungnya. Rambutnya yang acak-acakan tertiup ributnya angin, ia ikat dengan slayer pinjaman bergambar bendera negri paman sam. Matanya liar mencari dan menikmati semua pemandangan yang bisa dia dapatkan di sekelilingnya. Senyumnya pun jadi lebar ketika menemukan sebatang pohon yang tertinggal yang ia pikir cantik untuk menemaninya berpose di kawah putih, Ciwidey, selatan Bandung.

Sayang posenya dan senyumnya jadi kaku ketika sang fotografer mencoba mengabadikannya. Suhu yang cuma 10 derajat Celsius di tepat siang bolong itu, membuat sang model tak mampu berekspresi ceria. Kumpulan lemak yang minim pada tubuh kecil berbobot 44 kg itu, tak mampu membakar lemak. Bahkan balutan jaket putih yang cukup tebal yang ia kenakan pun, tak sanggup membuatnya tetap hangat. Dingin telah mengalahkannya.

========================================================

Kawah PutiKawahputihh adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m dpl yang berjarak 46 km dari Bandung. Kawah ini terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII.

Nama Patuha sendiri konon berasal dari kata Pak Tua, oleh karenanya masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengan Gunung Sepuh (sepuh artinya tua). Lebih dari seabad yang lalu puncak Gunung Patuha oleh masyarakat setempat dianggap angker, sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Waktu itu, menurut Ny-Nyo, masyarakat cuma tahu bahwa setiap burung yang terbang melintas areal itu mati. Tapi seorang peranakan Belanda-Jerman bernama Dr.Franz Wilhelm Junghuhn, pada 1864, menemukan kawah itu dan berhasil membuktikan bahwa tempat tersebut tidak angker. Matinya burung-burung yang melintas adalah akibat bau belerang yang menyenggat.

Entrance_kwh_pth_1
Entrance_kwh_pth_2

Untuk masuk ke Kawah, kami(Aku, Agus dan Nyo Nyo) harus membayar biaya tiket masuk perorang sebesar Rp 3.000 (sudah termasuk asuransi Rp. 250). Bermodal motor Kymco yang bergantian aku tebengin, kami menempuh jarak sekitar 3 Km guna mencapai kawah. Di sepanjang jalan yang cukup mulus beraspal nan menanjak itu, kami menemukan banyak pepohonan cantik, tinggi, tua. Road_to_kwh_putih
Kami juga sempat menemukan sejumlah mobil besar yang terpaksa menurunkan muatannya karena tak kuat membawa beban. Kami sendiri sempat mendapatkan motor agus tertinggal di belakang karena kurang cepat ganti gigi menghadapi jalan yang cukup berkabut dan licin itu.

Park_lot

Sekitar 15 menit kemudian, kami tiba di lokasi terdekat menuju kawah. Motor pun kami parkir, di dekat warung. Kabut semakin tebal, pun angin semakin kencang berkibar. Bandrek panas pun segera dipesan, menemani nyala rokok yang tak henti mengepul. Tiba-tiba ada yang kelaparan. Rupanya bekal makan siang special yang disiapkan Nyo Nyo jadi alternative pilihan melawan dingin. Tapi rupanya, nasi Padang yang pedas dengan lauk dendeng dan ayam itu, tak mampu memberi rasa. Ia hanya mampu jadi energi kami sebelum menuju ke kawah dengan berjalan kaki sekitar 100 meter.

The_stairs

Dari jarak sekitar 50 meter menuju kawah, kami sudah bisa melihat warna hijau kawah. Bau belerang samar-samar menyambangi hidung, ketika kaki-kaki kami menapaki tangga menuju kawah. Setibanya di kawah ini, kami dihadapkan pada sebuah hamparan air nan luas berwarna hijau. Seketika aku jadi bingung, kenapa namanya bukan kawah Hijau ya ? Sayang, aku tidak menemukan jawabannya. Tapi yang jelas, berwisata di lokasi ini luar biasa. Sangat indah dan berkesan….Thanks ya guys…