ChaPTeR I
Wednesday, May 31st, 2006Semua seperti menjadi tanda strip putus-putus
Seperti bulir-bulir padi
Tetes demi tetes bayu
Mengalir sangat pelan..sangat pelan
Dramatis layaknya liukan tubuh sang angin
Merana…meradang…menerawang
Pada sebuah doa
harapan
ketidakpastian
Kegundahan
Kegelisahan
Ketakutan
Lalu berakhir pada KEKUATAN
Tuhan, MAAF…
MeniadakanMU
sengaja MenduakanMU
Mengingkari janjiku padaMU
BUnda, MAAF.
Ayah, MAAF.
ABang, MAAF.
SaHabat, MAAF.
Aku telah meleleh
Cair
Tak berpegang
Tak bersandar
Semoga tiba pada sebuah tujuan
Tujuan yang tak ku kenal sebelumnya…