Archive for May, 2006

ChaPTeR I

Wednesday, May 31st, 2006

Semua seperti menjadi tanda strip putus-putus

Seperti bulir-bulir padi

Tetes demi tetes bayu

Mengalir sangat pelan..sangat pelan

Dramatis layaknya liukan tubuh sang angin

Merana…meradang…menerawang

Pada sebuah doa

harapan

ketidakpastian

Kegundahan

Kegelisahan

Ketakutan

Lalu berakhir pada KEKUATAN

Tuhan, MAAF…

MeniadakanMU

sengaja MenduakanMU

Mengingkari janjiku padaMU

BUnda, MAAF.

Ayah, MAAF.

ABang, MAAF.

SaHabat, MAAF.

Aku telah meleleh

Cair

Tak berpegang

Tak bersandar

Semoga tiba pada sebuah tujuan

Tujuan yang tak ku kenal sebelumnya…

PreaMbuLe…

Thursday, May 18th, 2006

Apa ini ?

Aku menjadi air

Mengalir…

Hendak dan sedang menapaki batu cadas nan riak sesat

Tiba kah pada hilir ?

Apa ini ?

Aku mencandu

Melayang..terbang..tak menapak bumi..

Mengambang dengan sengaja

Bergantung hanya pada rasa

Apa ini ?

Aku menjadi aku

Atau aku kehilangan aku ?

Aduh aku tak tau

Atau aku tak mau tau ?

Apa ini ?

Aku tak tau apa yang luar biasa

Apa yang istimewa

Tapi aku damai dalam ketiaknya

Aku hapal dan selalu rindu baunya

Kegelisahannya..kelelahannya..kekesalannya dan kesakitannya….

PRAMOedyA AnaNTA TOER

Monday, May 1st, 2006

berat rasanya melihatmu mengambil nafas satu-satu malam sabtu lalu.

kali itu adalah pertemuan kedua kita.

sangat baru mengenalmu

tapi karyamu mempesona dan memotivasi ku

layaknya banyak umat di penjuru

rautmu tenang..auramu begitu putih terang…semangatmu masih demikian garang

buatku semua semangat itu tetap akan selalu ada…

terus hidup meski jasad layumu dimakan hancur menyatu dengan alam…

kami masih merasakannya..mewarisinya..memperjuangkannya….

terima kasih…terima kasih banyak….

Monday, May 1st, 2006

Akhirnya…saat ini…ku biarkan diriku tenggelam

Mengikuti arus dan berlapang dada menerima realita

Realita..dimana aku sadar aku sama sekali tak bisa berenang

Tak bisa bertahan hidup dalam arus yang menyesatkan itu

Biar…biar…biar…biar

Biar airnya mengalir…

Biar gunungnya meletus

Biar semuanya terjadi

Biar..biar..biar..biar…

Biarkan semua terjadi

Biar saja…Hingga tak lagi ku mampu…

Biar..hingga tak lagi ku kuat

Biar hingga aku akhirnya menyerah

Biar saja..hingga aku tak lagi merasa

Biar..biar..biar..biar

Biar saja aku benar-benar mati