Archive for November, 2006

HuJaN

Thursday, November 23rd, 2006

Aku suka sekali hujan

Dia seperti airmata

Jatuh tak terbendung

Mengalir begitu saja

Semaunya

Aku suka sekali hujan

Dia menguyur bumi

Menentramkan hati

Mendamaikan gundah

Membebaskan duka

AKu suka sekali hujan

Karena aku suka bersembunyi dibawah guyurannya

Menari bersamanya

bersama perih yang ku punya

Menyatu dan melebur bersamanya

Seenaknya

Sebebasnya

Aku suka sekali hujan

Aku suka bau yang ditinggalkannya

Sangat suka

Itu tanda ku kembali ke asal ku bermula

Aku suka sekali hujan

Karena kami sama

Kami berdansa dalam duka

*Jakarta

diguyur hujan sayang…

Semalam dan juga siang tadi

Ku intip kaca jendelaku

Ku temukan diriku bermimpi

MembaYangkan dan meRindukan menari bersamanya

berputar-putar dalam guyurannya

Menangis sepuasnya

Juga tertawa atas kebodohan yang ku punya

Sepuasnya…

Aku ingat kamu sayang

Ingat semua

Perih rasanya

Tapi mau apa..

Biar saja ku bawa bersama hujan

Ku nikmati bersamanya..

Berdua saja

Bersama amarah-sepi dan dingin yang didekapkannya….

MemBeRi

Tuesday, November 14th, 2006

Kenapa ya jelang akhir tahun ini gw merasa dihadapkan pada sejumlah kenyataan yang bikin miris hati ?

Kemarin sore misalnya. Ga sengaja, gw lihat seorang ibu yang sempat minta bantuan uang buat ongkos pulang ke rumahnya ke gw karena kecopetan di kereta, melakukan hal yang sama kepada perempuan lain. Awalnya gw ga yakin itu ibu yang sama. Tapi setelah ingatan gw agak membaik,dan mengamati gelagatnya yang sama persis, gw jadi sedih gitu. Gw ga marah..Tapi bener deh..jadi miris gitu hati gw.

Hati kecil gw cuma bisa bilang “ Ya ampun Ibu…kenapa kamu melakukan hal itu sih ? Hanya untuk uang dua hingga

lima

ribu rupiah, kamu berbohong ke orang lain ? Sudah berapa banyak orang ? Separah itu kah hidupmu ? Kemana keluargamu ? Untuk apa uang itu ?”

“ Ya Tuhan…Dunia sudah seperti inikah kondisinya ?

Jakarta

sudah begitu dipenuhi oleh orang-orang miskin yang melakukan apapun untuk bertahan hidup ? Ya TUhan…tolong Bantu mereka. Dan semoga aku bisa membantu mereka. Amien…”

Setiap hari setiap saat ketika kita ada di angkutan umum, kita sangat sering disodori amplop putih, kotak amal atau pemandangan menjijikkan tubuh sakit seorang lelaki guna meraih simpati atau iba kita yang berakhir pada tindakan merogoh kocek untuk mereka.

Kadang kita kasih kadang tidak. Terserah anda.

Apa yang gw alami dengan ibu tadi juga pernah gw alami dengan seorang bapak di depan halte RS Persahabatan. Dia mengaku datang jauh-jauh dari Karawang untuk bekerja di sebuah proyek dekat rawamangun yang tak punya uang untuk pulang kampong, karena proyek yang akan memperkerjakannya batal.

Dua orang ini, gw kasih uang. Si Ibu tak seberapa. Dan si bapak juga tak seberapa. Tapi yang jelas, 5 kali lebih besar dari si IBu.* Gw ga bermaksud ria loh dengan menyebut besarannya.

Bukan soal jumlahnya yang gw permasalahkan. Tapi soal kebenaran kisah mereka. Pada titik dan criteria macam apa kita bisa membedakan kisah itu benar adanya ?

Pake feeling aja atau hati nurani, buat gw belum berhasil. Pada saat gw kasih uang itu ke mereka, itu karena ada sedikit keyakinan bahwa benar cerita dan derita mereka ini.

Gw pikir ga ada ruginya. Its doesn’t cost me a lot. And I feel sorry for their bad luck. and I want and can Help.

Tapi kalau pada akhirnya, kalian dihadapkan pada kenyataan bahwa their bad luck itu cuma rekayasa, how do you feel about it then ?

Gw jadi ingat sama apa yang Mbak Ndru bilang ke gw soal kasih-kasih uang ke orang-orang seperti itu. Terutama ketika gw kasih ke bapak itu. Dia bilang “ Hati-hati kasih uang ke orang-orang seperti itu. Belum tentu bener loh kisah mereka. Emang kamu yakin ?”

Dan waktu itu gw jawab “ Ga yakin juga sih. Setelah aku kasih uang itu, aku merasa bersalah terhadap bapak itu. Soalnya sebelum ku kasih uangnya, aku mencoba menyelidiki kebenaran ceritanya dan sedikit menghimbau agar tidak lagi sembrono dengan keputusannya.”

Jujur,Rasa bersalah itu ga mudah hilangnya. Sambil bapak itu berlalu menuju ke Terminal Pulogadung, gw Cuma bisa minta maaf karenanya.

Nah kalau kasus sama si Ibu ini gimana dong ?

In the end, gw jadi tau, dia tidak jujur.

Gw kasihan sih lihat si Ibu ini. Sementara ini yang ada di dalam otak gw adalah…”Mungkin si Ibu susah banget ya hidupnya sampae harus berbohong macam itu. Begitu jahat apa yang sudah ditinggalkan KEMISKINAN terhadap Manusia".

Tapi gw juga tidak ingin dia melakukan kebiasaan yang menurut gw buruk itu. Kasihan juga buat korban-korban lainnya. Memang tak seberapa sih uang yang dikasih. Tapi kalau elu sendiri pernah jadi korban dan lihat itu masih berlanjut, boleh dong gw mengingatkan.

Bukan mau sok pahlawan. Ini tanggung jawab moral gw sendiri kali ya ? * hihihi…

Gw mau mencoba bicara dengan si IBu ah kalau ketemu dia lagi.

Gw mau Tanya kenapa ya dia begitu.

Tapi kalao dia bohong lagi gimana ya ?

Idealnya sih gw buntuti dia dan konfirmasi dengan beberapa orang yang mengenalnya.

Semacam “Investigasi” kecil-kecilan lah…hihihihi…

*Deuh….sebegitu niatnya non…hehehehehe…

Jujur gw ga yakin punya begitu banyak energi untuk melakukan itu semua.

Tapi gimana ya..kadang malu hati dengan diri sendiri yang mengabdikan diri jadi kuli ini.

Sok2an dan kerap bikin laporan investigasi kelas kakap.

Ada

investigasi kelas mini di lingkungan sendiri…kok males…:-D

Well…itu sedikit solusi yang sempet gw pikir sendiri

Kalian punya alternative solusi ?

Atau punya kisah yang mirip kayak kisah gw tadi ?

Mari berbagi…

SalaM DamaI

You Can Never Hold Back Spring

Friday, November 10th, 2006

220pxtomwaitsYou can never hold back spring

You can be sure that I will never

Stop believing

The blushing rose will climb

Spring ahead or fall behind

Winter dreams the same dream

Every time

You can never hold back spring

Even though you’ve lost your way

The world keeps dreaming of spring

So close your eyes

Open you heart

To one who’s dreaming of you

You can never hold back spring

Baby

Remember everything that spring

Can bring

You can never hold back spring

* Just so fond of Tom Waits voice on this song..

Its So Louis AmstronG…

Makin’ me dream of my self have a long, slow and sensible dance…

So warm…full of love…comfort and peaceful…

Do U Miss Me ?

Sunday, November 5th, 2006

HALO…

Apa kabar semua ?

Kehilangan saya yah ? * Deuh GR deh..kiekikikikikik…

Saya juga kehilangan kalian kok. Beneran deh.

It’s been a while yah since my last writing here.

Maap. Saya sedang disibukkan dengan pekerjaan.

It’s a really exhausted and full concentrate works euy !

Bermula dari tour Medan-Langsa-Lhokseumawe-Aceh untuk urusan kerja, saya masih harus bersusah payah menyukseskan program papi mami tercinta. MUDIK !

Nyaris pingsan di jalan. Gimana engga

cuba

?

Secara sepanjang liputan di Aceh, saya sudah tersungkur dengan acara batuk2, pening eling eling & demam. Tiba dan berada di JKT selama sekitar 24 jam, saya masih harus mengikhlaskan diri untuk MUDIK !

Agak gokil bin nekad juga sih pertimbangan saya untuk MUDIK.

Badan sakit ga keruan, eh..di rumah

Jakarta

, tak ada yang siap merawatku.

So Pikirku, mending saya mudik. Minimal dapat perawatan karena mami papi sudah ada disana.

Sekalian memenuhi janji sodara2 sekalian di kampung, yang telah dengan penuh semangat menelpon setiap saat, mengkonfirmasi kedatangan.

So, after having some massages + kerokan juga parasetamol*hihihihi…Thanks ya Mbak Ros…

Saya naek ojek ke Terminal PuloGadung, berharap bisa Mudik dengan bus yang nyaman, karena puncak arus mudik sudah berlalu.

Tapi oh tetapi…saya SALAH !

Saya datang pada jam yang salah. Kurang pagi…huhuhuhu…

Semua bus yang nyaman sudah pada cabut..tinggal bus2 yang diragukan kredibiltasnya.

Saya pun sok2an memutuskan bersabar. Menanti datangnya bus nyaman dari arah Timur. Tapi setelah menunggu selama 4 jam, akhirnya saya luluh juga oleh bujuk rayu si mas agen bus yang wira wiri mengimingi tiket murah menuju Jepara. Saya menyerah karena mulai kehilangan harapan. Pun saya pikir, semakin cepat saya berangkat, semakin cepat saya tiba.

Tapi oh tetapi…saya SALAH LAGI ! hiks…

It takes 18 hours to get to my hometown.

*sUmpaH ga lagi2 deh Mudik pas Lebaran macam ini..huhuhu…Kapok !

Sudah saya perkirakan sih sebenarnya bakal miserable kayak gini. Tapi sumpah deh, begitu dijalani ampun-ampun. Gara2 18 jam duduk manis di pojok bangku bus yang super payah, pinggang saya berasa kena encok. * Ugh…

malang

nian nasibku…hiks.

Tapi semua kepenatan itu jadi hilang, begitu peluk hangat dan juga tangis menyeruak menyambut kedatanganku. Ponakan-ponakan juga berebutan nemplokin tante mereka satu2nya ini…*hihihihi…GR lagi tuh….

Dijemput sepupuku Mas Ais yang kini tambah berotot bin gondrong, saya dibawa ke rumah bawah tempat OM Ging dan keluarganya berkumpul. Trus abis itu digilir ke rumah atas, tempat my second parent lived. Bude Bud dan Pakde Pri langsung kasih pelukan hangat dan cupika cupiki plus sedikit sesunggukan rutin BUde..Tak lama sepupuku Mbak Yani datiag dari rumah barunya di bawah. Menyambut kedatanganku juga dongs tentunya. Wuih…jadi rame deh. Apalagi aku punya ponakan baru yang cantik…Faza…

*Aduh jadi pengen punya sendiri..(maap lagi kena sindrom motherhood kale yak ?hehehehe…)

Well..liburan di kampung menyenangkan lah. Sempet ke makam alm. Eyang di Ungaran, makan besar di Restoran Ayam Goreng yang bikin bude uring2an, juga maen di Pantai Bandengan demi mengenalkan ponakan ku Bimo dengan laut juga ibunya..hahahahaha….

Sedikit terganggu sih dengan komentar “ Ya ampun nduk…awak mu kok entek ngono sih ?” (artinya “ Ya ampun nak, badanmu kok abis gitu sih ?)

cape

deh

dengernya. Abis semua orang bilang gitu. Untung saya lagi senang hati…So cukup dijawab “ Nggeh ngenten niki resiko dados peragawati. Kudu tetep ramping ping..hihihihi… ( yang artinya ya begini deh resiko jadi peragawati. Harus tetap langsing). Well..kalian tau lah itu bukan jawaban yang tepat. Tapi daripada panjang bercerita tentang muasal tubuhku..ya mending dijawab sekenanya aja deh..

Liburan harus berakhir. Saya kembali ke JKT untuk bekerja lagi. Tapi keberadaanku Cuma 24 jam saja. Saya melanjutkan perjalanan ke Kuningan Jawa barat untuk bekerja lagi. Kali ini dengan kondisi sedikit membaik. Minimal ga pake batuk kronis..hihihi…

Cuma tiga hari disana. Asik deh..melihat banyak kehijauan sawah cantik seperti di

Bali

, sungai nan jernih juga pemandangan gunung Ciremai. Hasilnya ? I have a sun tan looks dongs…hehehehe…

Setelah jadi tambah gosong…saya masih harus bekerja hingga Kamis lalu. Putar-putar

Jakarta

. Tidak terlalu

cape

sih

. Tapi tetep aja bikin kepala nyut2. Yah mungkin karena bekerja dua minggu berturut2..ga ada matinya. Kayak energizer atau aki setum yak ? hahahahahahaha….

Well…now Im back with my ofiice works. Tapi jangan salah sangka yah.

Kerjaan sudah menunggu. Hari ini bakal tersita waktu hingga nyaris tengah malam, meliput sebuah acara di stasiun TV lokal. Ga jelas bakal dipake untuk apa tenaganya.

Sepertinya peran jadi translator aja deh…

Yo

wis

…ga papa…tetap semangat girl ! * Doakan saya ga semafut yah….;-P