RememberiNG BaLi
Tuesday, May 29th, 2007MelelahkaN
! SangaT ! Nyaris Patah AraNg dengan semangat melaRikan Diri ke Pulau
DewaTa ini.
Alih-alih
puncak kejenuhan dan depresi dengan sikon Yang belakangan sangaT Tak
NyaMaN,
akhirnya
gw nekad terBang ke Bali.
BuKan
PekerJaan Mudah mencapai Pulau ini. DiwaRnai dengan ribeTnya gonta
ganti tempaT dan jadWaL keberangkatan
sampai
urusan booking flight via online yang gagal akibat kegaptekan
gw..hehe…
AwaLnya
berNiaT berangkat dari YOgya demi efektifitas dan efisiensi
perjalanan
juga
keperluan ke mageLaNg & Solo buat urusan konDangaN & sedikiT
wisata kuliner plus plus..(maksudnya edan2an sama dua lelaki
itu..hihi)
Tapi
akhirnya berangkaT dari Jakarta juga, demi urusan masa depan yang
akhirnya gagal juga. So im StucK with this thing at this moment.
So,
gw pikir lari ke Bali mungkin bisa jadi sedikiT pelipur haTi.
SiaLnya
PesawaT yang sudah gw book dengan Harga cukup mahaL, meninggaLkan gw
dengan sumpaH SeraPaH dan rasa Putus Asa Luar Biasa.
BeraSanya
TUhan Ngga ngasih jalaN buat gw lari sebentar dari semua Yang jadi
beban di ibukota ini.
Harapan
untuk sedikit mencari pencerahan sepertinya Harus dikubur
dalam-dalaM.
UntunG
masih ada sahabat yang luar biasa baik dan supportif.
Aphoet
sent me a message said that she love me and very confident that GOD
already set the best thing for me after this mess.
Akhirnya
dengan Rasa malas, keesokan harinya, bermodalkan semangat untuk fight
till the end untuk mendapatkan flight apapun untuk mencapai Bali,
gw
kembali ke airport dan mencoba peruntungan dengan mendatangi semua
airlines yang mungkin masih punya kursi buat gw.
Setibanya
di airport, i cursed. Sial…banyak kamera sejumlah TV yang sedang
asik meliput keramaian warga Jakarta mengisi long weekend mereka.
Males
banget dong kalau kali ini wajah gw mejeng di TV jadi bahan berita.
No no no no…
Thanks
God Sepertinya sih gw berhasil ngumpet dari kamera2 itu.
Bolak
balik dari satu airline ke airline lain, menanyakan kemungkinan.
Dan
beruntunglaH gw, ada seorang bapak yang belakangan gw ketahui adalah
seorang ketua organisasi masyarakat berbasis lingkungan yang
membatalkan penerbangannya.
So
I finnaly can go to Denpasar, setelah sebelumnya ribet meminta travel
agen untuk mencoba kemungkinan terbang menuju Denpasar lewat Yogya
dulu.
Gw
juga sempet dibuat kesal harus keluar dari dunia percaturan kursi
cadangan pesawat yang sudah gw booking karena pesaing gw adalah
kolega pemilik airline itu..huh !
Trus
juga sempat masuk dalam list sejumlah airlines dan memesan
penerbangan untuk jam 9 malam guna mencapai Denpasar.
Sound
desperate isnt it ? Yes I was ! Gw bahkan sempat berniat berbus ria
menuju kesana hingga Aphoet mencegahku.
So…When
I got the new flight to DenpasaR..I was so Thrilled !
Ternyata
TUhan masih membukakan JendeLa-Nya buat gw.(AlhamdulillaH)
Menuju
ke Denpasar juga masih diwarnai dengan 1 jam delaY.
But
I dont mind as long as I can get there safe and sound.
BaHkan
penantian gw di airport Ngurah Rai untuk sebuah jemPutan yang buat gw
terasa sangat mewah dan Hangat jadi hal yang ringan buat dilalui.
Tokh…celaan
anak-anak EO asal GianYaR bahwa penantian jemputan yang bisa bikin gw
lumutan malah membuat masa pnantian gw jadi tak terasa.
Lucu
juga. Soalnya mereka kekeuh ngga percaya kalo gw ngga tau di BaLI
bagian mana teman yang akan menjemput gw tinggaL.
Gw
dibilaNg "Saru NgremenG"..hehe..Maaf ya Firman..Maaf Ya
QiqiN..gw emang bener2 Ngga tau dimana temen gw tinggal.
Gw
ngga pernah nanya tuh soalnya…hehehe…
Dan
sebenaRnya gw juga sudah menduga akan mengalami hal macam ini.
MenjawaB
tidak tahu dan tidak dipercaya ketika ada yang bertanya akan tinggal
dimana ktika berada di Bali..hahahaha…
Tapi
suer..gw ngga merasa malu tuh… Malah Senang karena berhasil
bersikap Tenang dan Geli karena dugaan gw terbukti..kiekiekiekiek…
In
About 15 minutes, mereka daTang.
Dengan
terusan backless hijau cantik, Aphoet menyambutKu bersama Gung Ade
dan Gus Tu.
Peluk
cium hangat penuh rasa lega menYeruak.
Kami
lalu meluncur ke KUta yang ramai dan MenyaLa.
Mampir
ke Discovery Shopping Mall demi melihat Pantai yang gelap saja tanpa
putihnya pasir.Tapi ombak tetap tinggi menghantam.
Kami
berfoto sebentar dengan minimnya cahaya dan keterbatasan kamera yang
kami punya. tapi tetap saja Senyum bahagia kami menghias.
Kami
berfoto sebentaR lalu menuju ke sebuah warung makan Indonesia..makan
! laperrrrr..
Di
warung ini, makanan yang kami pesan diberi label kuning plastik
bertuliskan total harga makanan.
Lucu
dan uenaK. Compliment for the chef !
I
already feel like I love Bali from the start. Oh iya, kami juga
sempat berputar-putar sebentar di Penny Lanes.
Melihat
maraknya bar-bar dengan suguhan hiburan masing-masing juga
butik-butik cantik. Bule are everywhere.
Jadi
bingung. Knapa KUta jadi kota bule gitu yak ? SEpanjang jalan yang gw
lalui ada resto India lah, Arab, Itali dan sejenisnya.
Lha
bule ke Bali bukannya mau mencari aselinya Bali to ? Knapa justru
resto asing yang marak disini ?
Well,
biar aja kali yak. Mungkin memang disengaja agar para bule itu betah
di Bali. Feel like home..haha…
Talking
about bule cowok, busyet kayak diobral.
BuT
i was too tired to pay attention about it.
Gw
Malah inget seorang temen di bekas kantor lama yang doyan koleksi
bule
yang
gw pikir bakal buahagia banget dengan mudahnya menemukan bule2 cowok
di Bali..hihi..
Berdiri
selama kurang lebih 6 jam plus jalan mondar mandir bak setrikaan
demi
tiket ke denpasar di airport Soekarno Hatta sungguh menyedot energi.
I
really need to lay down.Obralan bule di depan mata gw, ngga menarik
perhatian gw sama sekali.
Kami
pun pulang ke rumah. Sekitar 45 menit waktu perjalanan.
Gw
pikir bener sampai ke rumah.
Tapi
ternyata, gw dibawa ke rumah sawaH(begitu mereka menyebutnya).
Rumah
ini tempat dimana Ayah & adik Aphoet tinggal demi mengurus 6 ribu
ekor ayam mereka.
Ayah
Aphoet menyambutku dengan ramah & menyampaikan simpatinya atas
perjuanganku mencapai Bali.
Disini
juga ada dua ekor anjing penjaga yang akhirnya mengenaliku dengan
baik.
At
least Kuncen tak berusaha mengigitku lagi…Pfuptf..
SEtelah
menaruh mobil, Gw dibawa Aphoet ke sebuah rumah yang hangat dan
efektif dalam desain.
Dengan
motor bo’..DahsyaT !!!
Sapa
Nyana selama 4 hari penuh, dia menguasai jalanan dan jadi tuan rumah
yang berbakti..hihi…
First
Day. We went to Pasar SukoWati.
Mengubah
jadwal yang sudah diatur Aphoet untuk pergi ke Amed-Ubud dan
TegaLalang.
Sungguh
sangat melelahkan wisata belanja di Sukowati
Maklum
penyakit shopping tetep aja ngga bisa disingkirkan
Ngga
di Jakarta ngga di Bali, lihat barang murah dan bagus, wajib beli
Walhasil
tas khas bali merah ukuran L penuh sesak dengan oleh-oleh ;-P
Siangnya,
kami mendrop smua blanjaan itu ke rumah.
Ngaso
sebentar dan gw tentunya ganti kostum bali mania alih-alih keringet
yang nemepel di pakaian sebelumnya..hehe..
Tapi
kami mampir dulu ke sebuah rumah makan.
Klo
ngga salah namanya warung makan mangga madu
beneran
lho, ada puun mangga madu yang sayangnya tak bisa gw petik diam-diam
untuk diicip..hihi..
Disini
gw pesen ikan bumbu khas bali dan Aphoet pesen ayam asem manis yang
ternyata lebih tasty daripada pesenan gw..huhu..
Kata
Aphoet sih..tadinya gw mau dibawa ke resto yang tenar banget dengan
masakan bebeknya.
Tapi
dia mengurungkan niat itu, mengingat gw ngga doyan daging bebek yang
bernuansa amis & lumpur.
Padahal
gw sempet juga diyakinkannya daging bebek di kawasan Ubud itu tak
bernuansa seperti itu..
Ya
sudah lah tak mengapa..
Next
time yah sayang..
So..agak
mendung kami meluncur ke daerah UBud dan Tegal Alang untuk lihat
sawah terasering yang menurut Aphoet
tak
seluas dan serimbun dulu akibat pemukiman.
Gw
juga ngga terlalu excited juga sih sebenernya..
But
its OK…Namanya juga ngga ambisi banget buat plesiran euy..
Kami
juga sempet mampir ke taman atau hutan tempat dimana para monyet
tinggal di pura-pura spooky disitu
Biasa
aja sih buat gw…Tapi tidak buat para bule yang so excited about
them..dunno why..
Satu
hal yang luar biasa bikin gw menderita adalah tipis dan habisnya
pantat gw akibat naek motor selama kurang lebih 1 jam lebih menuju ke
lokasi.
Masya
Allah..emang ngga enak ye jadi ceking bgini..NYiksa di
pantat..huhuhu..
Menjelang
senja..kami mampir ke sebuah minimarket.
Bintang
namanya..
Numpang
pipis plus blanja..cuma aroma terapi & essential oil gitu
deh.Murah
Oh
ya..gw juga skalian numpang ngaca..mau liat tampang yang kucel akibat
keujanan aja.
Pengen
tau apa maskara gw belepotan sih..:-P
Untung
engga…Syukurlah..haha…
On
d way pulang…Aphoet mau menunjukkan tempat pacaran dia sama kutu
kupretnya..haha..
Its
quite a nice place.
Warung
MUrni namanya.
Masih
di kawasan Ubud gitu deh. Campuan tepatnya.Jadi inget lagu favorit "seseorang"..hehe..
Waktu
gw tanya dia apa yang istimewa tentang tempat ini, Aphoet ngga mau
jawab karena ngga mau merusak kejutan
dan
pengen gw tau dengan sendirinya
Deuh
segitunya…hahaha…
So..setelah
kaki gw menjejak, ini hasilnya.
Tampak
luar, warung ini seperti toko pada umumnya. Memajang dan menjual
berbagai macam souvenir khas Bali.
Tapi…begitu
masuk ke dalamnya…ada semacam cafe yang nyaman dengan sofa dan
tangga-tangga menuju ruang-ruang lain
untuk
makan dengan suasana yang berbeda.
Seinget
gw sih..di lantai ketiga..ada bar dengan ruang bersofa empuk dan
nuansa musik
nan
syahdu cocok buat pasangan skaligus tempat Aphoet berpacaran itu
lah..hahaha..
Nah
klo turun lagi sekitar 2 lantai lagi ke lantai paling dasar yang buat
gw the best.
Ada
ruang sangat terbuka yang ada di atas sungai yang terdengar jelas
gemericik air dan pepohonan yang cantik.
Sayang
malam..Jadi tak terlihat dasar sungainya deh.
gw
sendiri sih jadi inget Kampung Daun di Lembang Bandung.
hampir
mirip. tapi menurut gw sih bagusan Kampung daun. lebih artistik dan
tertata juga alami.
Apalgi
saung-saungnya itu..ugh ugh…romantis meski makanannya tak secantik
tempat yang didirikan di pinggir2 tebing sungai itu.
nah
klo bicara soal makanan di warung Murni ini..yah boleh lah..
sate
lilit ayam bumbu Bali lumayan tasty banget sampe bikin gw mblenger
gitu deh.
Bumbunya
berani banget deh.
Gw
bikin ksalahan dengan memakannya tanpa nasi, jadi berasa langsung
kenyang ketika tusuk pertama gw kunyah.
Eh
sate lilit ini unik lho.
jadi
daging ayamnya ngga ditusuk2 gitu tapi di tempelin atau dililitin ke
stick lebar kayak stick es krim gitu.
Trus
disajikan di atas tungku yang ada baranya yang masih menyala.
So..akhirnya
gw lebih asik bolak balik tuh sate biar matang daripada memakannya
deh…hehehe..
Kenyang,
kami pulang. Masih sempet makan lagi(gw maksudnya) sebelum akhirnya
kemudian terlelap…
Sayur
mentah dengan parutan kelapa dan sedikit kuah terlalu menarik untuk
dilewatkan.
Skalian
bikin happy orang rumah yang dari kemaren nawarin makanan
rumah..hehe…
Oh
iya..gw lupa apa nama sayuran itu. Tapi buat gw sih nama Jawanya
trancam..yummy…slurp..
Hari
kedua. Bangun pagi. Aphoet mengatur agar kami berangkat jam 7 pagi
guna menuju Kintamani.
Dia
mau kasih lihat danau disana.
Realitanya
jam 8 kami baru brangkat dan tiba disana sekitar jam 10.30.
Lebih
panjang euy perjalanan kami dibanding kemarin. dan yang pasti lebih
bikin pegel pantat tipis gw..huks.
Ditengah
perjalanan kami sempat berhenti lho guna menikmati indahnya
terasering sawah di kawasan Sidan.
Lebih
bagus dari TEgal alang malah.
lebih
luas jembar dan perawan..senangnya bisa mencium bau sawah dan melihat
para petani berbecek-becek di sana.
Aphoet
wanti-wanti untuk tak berlama-lama di lokasi ini.
So
setelah dua kali jepret, kami meluncur lagi..
Akhirnya
kami tiba di lokasi. Tepat di pinggir jalan dimana pemandangan
luasnya danau
dan
tingginya gunung Batur begitu memukau. Sumpah belum pernah lihat
danau segitu luas.SEneng deh.
SaYang
ngga bisa turun ke pinggir danau dan sedikit kecipak kecipik.
Maklum
motor Aphoet udah mulai ngeden2 ngga karuan ketika jalanan menuju
Kintamani menanjak.
No
problem..its still beautiful from above kok.
nah
di Kintamani ini, kami sempet bertatoo ria.
Aphoet
ngga tega sama KOmang, anak lelaki 2 SMP yang kekeuh menawarkan jasa
pasang tatoo.
walhasil
tatoo lumayan seru nempel di pinggang belakangnya dan semacam mehdi
terhias ditangan kanan gw.
Cuma
Rp 15 ribu dan luar biasa membuat KOmang bahagia.
Ngga
habis-habisnya euy, dia berterima kasih dan sibuk menjaga agar tatoo
Aphoet tetap bagus kondisinya
karena
kami harus segera pulang untuk melanjutkan wisata ke tempat lain.
kami
pun nekad pergi dengan kondisi tatoo sedikit basah setelah berfoto
dan membeli cardigan rajut cantik hihi(sorry shopping lagi).
Our
next stop is Desa Tradisonal Penglipuran. Ngga terlalu jauh dari
Kintamani. Sekitar 2 kilometer saja.
Desa
ini sih katanya sengaja dibiarkan alami seperti jaman dulu oleh
pemerintahnya.
Gw
sih takjub sama bangunan-bangunan sangklah(semacam pura kecil) di
rumah-rumah itu.
Kata
Aphoet sih bangunan itu memang sengaja dibuat paling bagus daripada
rumah yang dihuni karena dinilai sebagai prestise.
Lambang
pengabdian kepada Hyang Widhi mereka atau hubungan ke TUhan adalah
yang paling utama.
Kami
sempet masuk ke salah satu rumah yang menurut gw sih paling bagus
bangunan sangklahnya.
Itu
juga setelah melihat dan tentunya berfoto di Pura mereka yang luar
biasa ancient dan berlumut.
Nah
di rumah itu, kami bisa melihat dapur berlantai tanah yang masih
mereka pakai hingga kini.
Disini
kami juga sempet ditawari sejumlah souvenir Bali yang akhirnya tetep
gw beli..hihi…
Hm..pantes
aja mereka begitu ramah menyambut dan mempersilakan masuk.
Tadinya
gw dan Aphoet sempet bertanya2..kami harus bayar atau engga ya kalo
masuk rumah mereka.
Dan
terjawablah sudah. Engga perlu membayar tapi begitu masuk anda akan
ditawari sejumlah souvenir untuk dibeli.
Mereka
tentunya tidak memaksa kita membeli.Memang dasar gw aja yang ngga
bisa nahan diri..:-P
Oh
iya..di rumah ini, ada anak perempuan yang lucu sedang bermain dengan
buah asam yang asal nyeletuk…"Ada Tamu"..lucu juga.
kami
pun pulang. Leyeh-leyeh sebentar. ganti kostum lalu ke rumah sawah
dan makan siang yummy sekeluarga
The
best food I ever had so far. Pindangnya itu loh hm enyak enyak.Trus
ada juga ayam bersantan encer dengan bumbu Bali yang disebut Aphoet
Gerang
Asem. Otomatis dong gw jadi inget Garang Asem, masakan ayam yang
dibumbui cabe dan irisan tomat sayur yang dikukus.
Beda
sih rasanya. tapi nama mirip..hehe..
KenyanG..bersama
GUng Ade & Gus Tu, kami meluncur ke Uluwatu, menuju Dreamland.
Sebelumnya
kami menjemput Puspa, pacar adeknya Aphoet, biar tambah ramai dong.
Sekitar
1 jam kami tiba di Dreamland. Sempet ragu dan nyaris nyasar,
pemandangan pantai ini dari atas bukit luar biasa cuantik.
Kami
pun berlomba-lomba turun mengapai bibir pantai.
Setibanya
kebiasaan wajib ain lah..Maen aer sepuasnya dan FOTO !
yang
di hamaparan pasir putih tanpa karang secuilpun lah. Yang di tebing
lah,
yang
di goa-goa lah yang gw panik nyaris kecemplung gara-gara pasang
ombak..haha..
Nah
disini,Aphoet nyeletuk.."Kok ngga ada bule yang ngajak kenalan
di tumpukan bule yang pada berjemur & surfing ini yah ?"
Gw
jawab dengan entengnya "Lu ajak kenalan lah..hehe.."
Honestly…gw
sih ngga tertarik. Ngga tau kenapa.
gw
pikir sih..klo jatahnya ketemu yah ketemu aja..ngga pake ngoyo
yah
at least kayak gitu dah gw alami sendiri
Pun
mungkin ini efek mbludaknya bule di Bali.
So
liat bule biasa aja lah.
Gw
malah kadang berpikir..kayaknya gw agak2 ngga suka sama kberadaan
mereka.
Betul
sih mereka mendatangkan income tambahan plus kesempatan kerja, tapi
bagian dimana
Bali
jadi dibentuk sesuai selera mereka yang gw ngga suka.
Gw
khawatir the origins Bali bakal hilang seiringnya waktu berjalan.
Eits..kok
jadi ngelantur yak gw.
back
to the holiday story..
So,setelah
puas maen aer dan lengket karenanya kami menuju Pura Luhur Uluwatu.
Untuk
memasuki pura ini, kami wajib pakai kain ungu dan ikat kuning gitu
deh..dan juga bayar dengan harga khusus
setelah
nego Aphoet yang pake embel-embel bahwa kami pribumi..hehe..
Disni
kami bisa melihat hamparan laut nan luas dari ketinggian yang
TINGGI..hehe
Kami
berdiam sejenak menanti sunset yang akhirnya tertutup kabut dan
muncul sedikit.
Seperti
biasa kami juga berfoto sampe akhirnya seorang induk monyet berhasil
mencuri kacamata hitam gw..huhu…
Sedih..bukan
harganya..tapi memorinya.
Tapi
ya sudah lah..Sapa tau ada yang mau ngado gw dengan yang Rayban atau
Oakley buat ultah gw..hihi..
Kacamata
hitam ilang ngga berarti kesenangan harus berakhir.
Kami
melanjutkanna dengan berkunjung ke GWK.
Keren
deh…tebing-tebing kapur di bentuk jadi begitu megah.
mungkin
sperti Grand Canyon kali ye…
Gw
juga terkesima dengan desain panggung untuk pentas tari disini.
Sayang
tak ada pertunjukkan malam itu.
Padahal
gw pengen banget liat tarian bali dan ambil beberapa foto anak-anak
penarinya.
Ada
sih sebenernya pertunjukkan tari kecak di pura luhur Uluwatu.
Tapi
muahal bow..Rp 50 ribu atau 150 rb gitu deh
Konsumsi
bule banget deh..komersil..huhu..
bagus
sih panitianya bahkan menyediakan leaflet dengan terjemahan dalam
berbagai bahasa asing,
tapi
gw kan tetep aja menilainya mahal..huhuhu…
cape
hati lah gw..cape badan kami juga.
mluncur
pulang kami menyempatkan makan Ayam taliwang di sebuah warung di
bypass.
Warung
ini ada di tengah sawah..Ugh nyaman banget tidur-tiduran di atas
bale-bale bambu dengan rebutan bantal tanpa nyamuk disna.
Soal
makanannya Sumpah enak banget..abis banyak, meski harus nunggu lama.
Gus
Tu aja sampe berhasil bikin aransemen baru lagu Ondel ondel dengan
kentongan yang harusnya dipake buat panggil pelayannya.
gini
lirik baru hasil aransemennya " Nyok..kita makan
ondel-ondel..Nyok…"
Walhasil
dong kami pada ktawa ngakak..masak ondel-ondel dmakan..hahaha…
Gus
TU itu memang lucu. yang slalu sms sama cewenya ampe larut malam
bahkan ketka bawa motor lah..beli kado buat cewe nya lah
atau
malu di foto tapi mau ktika patung sapi hitam jadi
backgroundnya..atau melafalkan POLres jadi Porles…hahahaha…
perut
kenyang badan lelah kami pulang lalu tidur pulas tapi lagi-lagi
Aphoet berpesan..
Besok
harus tetap bangun pagi. Jam 7 pagi kami hendak berhashing ria.
Tracking nama yang biasa gw kenal buat istilah hashing ini.
Gw
manut dan jadi ngga terlalu nyenyak bobo karena takut ksiangan meski
sudah sengaja melewatkan mas Blake American Idols.*blush mood
Third
day. Bangun pagi sarapan mie, kami pergi ke kawasan Ubud lalu
berhenti di pintu masuk Bendungan KEdewatan.
Jaraknya
sekitar 1000 meter.Sepi, cuma ketemu sedikit penduduk disini.
Kami
berjalan menapaki tangga demi tangga menuruni bukit yang pastinya
bakal berat kami titi sekembalinya kami nanti..hihi..
Tak
lama kami berjumpa sungai besar, tempat biasa para pengunjung
rafting.
Foto
sebentar lalu ganti kostum dan mulai lagi jalan kaki.
Aphoet
berpesan lagi "Bantuin gw inget-inget jalurnya ya…"…jawab
gw.."Weleh.."
Dalam
perjalanan awal, kami bertemu juga dengan bendungan yang dimaksud.
DEbit air cukup deras.
Disini
kami juga melihat sebuah Pura tua, rumah kosong dan dua ekor anjing
yang terus menyalak.
Kami
lalu memutari jalan guna mencapai sebrang sungai.
Sempet
nyaris nyasar..hehe..sampai akhirnya ketemu jembatan kayu yang bikin
deg-degan akibat goyangannya.
Tapi
sumpah asik.
Di
bawahnya ada sungai dmana banyak perempuan penambang pasir asik
bekerja,
anak-anak
mandi dan para lelaki juga perempuan membawa perlengkapan rafting
seperti
boat
di atas kepala mereka.
kami
meneruskan langkah naek ke atas bukit sampai akhirnya dia memutuskan
turun lagi.
Entah
karena lelah atau tak sabar melihat gw selalu tertinggal
dibelakangnya karena asik memoto dan kesulitan mengatur nafas.
Sudah
lama euy..ngga tracking2 macam ini..
Akhirnya
kami malah nyemplung ke sungai..MANDI..lagi..(gw maksudnya)
Asik
deh..dan lumayan menantang karena sok2an melawan arus sambil membawa
kamera demi foto..hehe..
Ditempat
ini ada tali-tali katrol yang berfungsi untuk menaik turunkan ember2
berisi tambangan pasir.
Gw
juga sempet ngobrol dengan salah satu perempuan yang mandi dengan
cueknya bugil soal hasil tambangnya.
Kata
Aphoet sih..kondisi bugil-bugilan itu lah yang memicu terjadinya
perselingkuhan di daerah itu.
Percaya
ngga percaya..menurut gw sih..selingkuh mah slingkuh aja
ngga
mesti karena liat tubuh perempuan bugil
tapi
emang dasar lelakinya aja..Ngga tahan liat tubuh perempuan tersingkap
dikit
Tubuh
adalah tubuh..ngga perlu bak model…asal tersingkap sendiri..juga
diembat..huh !
Eits..maaf
nglantur lagi..hehehe…
Basah
cape dan senang kami lapar dan lalu mampir untuk lunch.
gw
dibawa ke warung yang cuma menu nasi kedewatan.
Enak
juga sih…nasi ini disajikan dengan ayam yang dimasak dengan
berbagai macam olahan.
Ada
yang digoreng sangat kering, diopor, dicabe merah plus irisan kacang
panjang berbumbu dan kacang goreng.
tempatnya
juga asik buat nyelonjorin kaki yang lumayan pegel.
Ksimpulan
gw soal tempat makan di Bali tuh hampir smuanya punya suasana yang
nyaman. ngga cuma jual makanan.
Kenyang
kami masih harus mampir ke pasar Ubud. beli tas merah ukuran L buat
tempat smua hasil blanja khilaf gw.
Gw
juga beli tas rotan merah kecil, rok pantai hijau sedang Aphoet beli
terusan putih cantik & tank top khas Bali ajaib.
Knapa
ajaib ? Karena eh karena..klo di tempat gelap warnya coklat & klo
di tempat terang jadi hijau tua..Seru yak ? hehe..
Kami
juga masih sempet mampir ke Robinson guna melihat perbendaharaan
kebaya.
Sayang
ngga ada yang bikin gw jatuh cinta.ada sih sebenernya tapi muahal
bow..Rp 750 rb euy.
Maaf
banget yah Phoet mbat lu kepayahan dan kelelahan akibat gw..huhuhu…
Hebatnya
lu masih sanggup aja nganterin gw ke DEnpasar buat beli jam tangan
hijau tosca itu & akhirnya menemukan kebaya idaman itu di mama
leon.
Murah
pula harganya…duhhhh senang banget deh…
Oh
iya..sbenernya kami berniat bertemu Reyni, kawan sekelas di SMA sore
itu.
Tapi
gagal..karena jauh bowwwwww….Ngga bisa ketemu di tengah-tengah..
Ada
bayi yang harus dimandikan jam 4 sore itu..hehe..
Bicara
soal kawan-kawan sekelas yang sudah bekeluarga..kami sedkit sedih.
Beberapa
ada yang berhalangan waktu reuni di JKt, akibat tak mengantongi ijin
suami.
Deuh..segitunya…
Untung
Aphoet punya independensi sendiri
Cocok
dan bisa akomodir gw yang jomblo ini tentunya..hahaha..
Malam
tiba..perjalanan wisata dengan Aphoet harus berakhir di Minggu 20 mei
2007.
Seninnya
dia harus kerja..(iri deh rindu bekerja lagi).
Tapi
malamnya dia sudah mengatur supaya senin itu gw bisa hunting kebaya
brokat dengan ibunya.
jadi
terharu…padahal gapapa juga klo gw ngga jadi beli.
yah
itung2 bentuk menghukum diri sendiri akibat kebobolan kantong akibat
kbanyakan shopping lah..haha..
So..senin
paginya..sembari menunggu kedtangan si setan kecil Dipta, we kissed
and said goodbye.
Masih
aja gw iri sama Aphoet yang bekerja.
Rindu
punya kesbukan dan juga puna kantor yang didesain bak perkampungan.
Ruang
masing2 divisi dibuat dalam rumah-rumah beratap ijuk dengan desain
uniknya.
lantainya
bahkan dari bebatuan kali.
Ada
ruangan yang perabotannya serba bambu.
bahkan
kantin pun dibikin setradisional mungkin dengan tungku, refrigerator
dan dispenser khusus.
Trus..view
nya itu loh mak…aseli ngampung..SAWAH !!!!
I
JUST LOVED IT !
Tempat
kerja yang sempurna !
gw
sempet dikasih tour yang bikin ngos2an karena kountur tanah yang naik
turun, pasca dari Kedewatan sabtunya.
Stelah
said goodbye..gw bobo lagi lalu terbangun untuk packing.
Puji
syukur tas yang kmaren dibeli padat sexy membungkus barang2 blanja
khilaf gw.
Misi
slanjutnya menunggu Dipta pulang.
Awalnya
sempet sedih karena dia malu menyapa gw di pagi harinya.
Tapi
dia jadi bgitu hangat bgitu pulang sekolah.
tanpa
malu-malu mengandeng tanganku untuk naek ke kamarnya dan bermain
layang-layang.
Gw
berhasil mbuatnya ganti baju dulu dan menaruh perlengkapan sekolah ke
tempatnya sblm bermain lho..hehe..
Lucu
banget deh maen sama dia. Disuruh ikat sayapnya lah, perang2an lah
dan menaikkannya dengan benang jahit..hahaha..
Ya
mana bisa lah..dan dia cukup mengerti sembari memintaku mengiriminya
benang layangan sungguhan.
Juga
sepeda merah juga kaset DVD Spongebob, Batman, Superman..hahaha…
Yang
menarik adalah obrolan berat kami.
that
Don Juan wanna be nanya soal agama gw.
bgini
kira-kira percakapannya :
Dipta
: "Tante,tante agamanya apa ?"
Gw
: "Emang knapa ?"
Dipta
:"Ya biar ade tau aja.’
Gw
: "Trus klo ade sudah tau, nanti buat apa ?"
Dipta
: "Ya biar ade tau tentang tante aja"
Gw
tertawa lalu menjawab : " Islam."
Dipta
:" Ah bohong..tante Hindu."
Gw
tertawa lagi lalu bertanya : " Knpa kamu pikir tante Hindu ?"
Dipta
binggung mau mengemas jawabannya.
tapi
sepertinya yang gw tangkap, dia mencoba berkata karena tante teman
mama dan wajahnya kebanyakan Hindu lainnya.
Dipta
pun bertanya lagi " Knapa tante Islam ?"
Gw
: "Karena orang tua."
Dipta
: "Tante salah. Tante islam karena Allah Tuhannya tante."
Gw
pun tertawa ngakak dan merasa tertohok..hahahaa….
Skarang
giliran gw yang nanya balik dia : " Dipta agamanya apa ? Knapa
?"
Dipta
: "Hindu. Ade Hindu karena Hyang Widi yang paling baik sama Ade"
Jawaban
yang sangat dewasa ya…
Senangnya
dia besar seperti itu..
Pasca
percakapan itu, kami makan siang bersama.
Senang
mendengarnya memintaku mengambilkannya kuah sayur untuknya.
caranya
manis. bgini bilangnya :"tante, tante mau ngga ambilin kuah
sayur buat ade ?"
dan
cara manisnya itu terus dipakainya untuk menemaninya tidur siang,
menggosokan punggungnya ketika mandi sore,
membujukku
supaya diijinkan mengantar ke bandara-melihat pesawat dan bahkan ikut
ke jakarta..hahaha…
Dia
juga bahkan meminta gw mengganti jeans gw dgn clana pendek karena
diminta bermain dan menonton VCD hadiah susunya..haha..
Percakapan
juga sempet berputar pada pertanyaan apakah gw sudah punya anak ?
Apa
yang akan gw kasih buat anak gw nanti ? dan apa dipta akan tetap
dikasih..
ya
ampun…lucunya anak ini.
selalu
bertanya dan bertanya bahkan soal gambar tatoo di tangan gw..hehe…
Dia
juga suka bercerita..soal hadiah dari mamanya dari bandung atau soal
pacarnya Ani yang berhasil diam-diam dia cium..
ya
ampun aktif banget tapi juga disiplin dan manis
eh
badannya juga kekar lho..
maklum
dia juga les menari & berenang slain les bahasa Indonesia &
Inggrisnya.
Pas
Dipta les, gw akhirnya sempet dianter ibunya Aphoet beli kebaya
brokat.
Sumpah
cantik deh warna dan motifnya. Peach bunga2 gitu deh..Murah
pula..hehe…
Sempet
mrasa bersalah karena merepotkan & membuat ibu cape
karena
sbelumnya harus mengantar kakek check up pasca operasi kataraknya di
RS Denpasar.
Maaf
ya..
Ibu
akhirnya yang bawa mobil menuju rumah sawah,lalu Gung Ade menyetirnya
ke bandara mengantarkanku.
Bersama
Dipta tentunya.
Dia
masih saja bikin ulah lucu dengan sok2an hendak mbawa tas besar itu
sendirian.
dan
beneran loh dia bisa, meski gw dan Gung Ade ngga tega liatnya.
waktu
yang tersisa buat ngobrol sambil makan atau minum kopi menunggu
pesawat nyaris tak ada.
Kata
pisah harus diucap.
Berat
juga meninggalkan Dipta yang masih tak paham knapa dia tak boleh ikut
masuk untuk melihat pesawat.
So
I Leaved Bali with big smile and so much happiness.
CinTa
dan keHangatan yang gw rasakan disana membekas banget.
Melewatkan
sekian jam saja dengan Dipta, adalah luar biasa.
Otak
gw jadi lebih jernih.
Gw
juga berasa punya anak baru di bali..
Ugh
Ugh Suer…gw jadi smakin pengen punya sendiri..WHAT ? WACKS !!!
hehehe…
Thanks
for everything ya Phoet..
Can’T
Thank YOu EnougH..MUah…