Archive for August, 2007

LAGU RINDU

Thursday, August 30th, 2007

Bintang malam katakan padanya

Aku ingin melukis sinarmu di
hatinya

Embun pagi katakan padanya

Biar kudekap erat waktu dingin
membelenggunya

 

Tahukah engkau wahai langit

aku ingin bertemu membelai
wajahnya

Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan

hanya untuk bidadari hatiku
tercinta

Walau hanya nada sederhana,

ijinkan kuungkap segenap rasa dan
kerinduan

 

Tahukah engkau wahai langit

aku ingin bertemu membelai
wajahnya

Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya

*** Andai denting gitar pinjaman itu kau mainkan

       Ku minta kau melantunkannya untuk ku….

MeRINDUmu

Wednesday, August 29th, 2007

ketika engkau datang
mengapa di saat ku
tak mungkin menggapaimu

meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa

meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati

terkadang pintu surga
sukar dimengerti
semua ini kita terlambat

 

Tentang Tanya tak Terhingga

Monday, August 27th, 2007

Lewat
tengah malam

Kepalaku
tak juga mau berhenti bertanya

Setiap
detik yang ku habiskan, setiap kali itu ia terus bertanya

Bertanya
bertanya bertanya dan bertanya.

 

Kemanakah
semua itu pergi ?

Bagaimana
itu semua itu bisa pergi ?

Bagaimana
itu bisa terjadi ?

Aku
tak mengerti apa yang membuat seperti ini

Seolah
semua itu tak pernah terjadi

 

BUKS
!!!

Ini
lebih sakitt daripada sebuah pukulan seorang petinju dalam sebuah pertandingan

Paling
tidak meski harus gegar otak, aku tahu kenapa aku di pukul.

Ini
soal menang atau kalah.

 

Lalu
itu soal apa ?

 

Kenapa
dia jadi lebih keras dari kepala batuku ?

Kenapa
aku masih saja terus bertanya ?

Mencari
jawaban ?

Kemana
aku harus mencarinya ?

 

Tuhan
tahu betapa keras aku mencoba menemukannya.

Tuhan
tahu bagaimana itu jadinya kini buatku.

 Dan sepertinya DIA masih ingin aku berkeliaran
gila dengan pertanyaan-pertanyaan ini.

 

Ampun…

Ini
mengerogotiku

 

Tuhan..sampaikan
pada dalam hatinya tentang semuaku ini

Meski
Cuma lewat hembusan angin pada malam perjalanannya.

Rindukah
dia ?

 

Aku
mohon…

Biar
aku benar-benar tak tersisa.

Tak
tertinggal…lalu Menyambut akhirku.

 

HujaN Part 3

Tuesday, August 21st, 2007

Hujan di balik
luar jendela kamarku

Angin terpa tari
girang daun-daun

SemiliRnya menusuk
kulit

Hujan senja itu
membasuh teRmangunya jiwaku.

 

Guliran air deras
mengucur tampon air genteng depan kamarku

Bak Ombak
BerGulung di laut lepas dalam mimpiku Semalam

Liar berlarian
berkejaran menghunjam bumi

Iri aku

Cemburu aku karena
ulah mereka

Aku mau jadi Kamu.

 

HUjan aku Rindu

BerTeriak Tentang
KesalKu

Menangis dalam
peLuk Erat dansamu

BerseMbunyi dalam
baumu yang Selalu Ku Rindu.

Aku Suka bau Mu.

Bau asalKu.

 

Pikirku melaYang

Pada hari-hari di
pojok kursi metromini merah

Membelah Pengab
semrawutNya Kotaku.

Aku rindu Membagi
Terawang Kosong itu BeRsamamu.

Bermimpi
membelahmu bersama BeLahan Hati

Tengadahkan dua
belah tangan menyambutMu sePenuhnya seBeBASNYA

Bak meRindu
datangnya seorang karib setia dalam Sepi-sepiku

Keputusasaanku di
atas roda menggila nan KencanG dan liku TerjaL.

 

HUjan melumatKu

HUjan
mencengkramiku

 

HUjan aku Sayang
Kamu

Kamu taK PerNaH
PerGi SepaNjaNg WaKtuKu

Hujan..Engkaulah
Bagian Hilang Setengah Hidupku.

Terima kasIH
selalu tahu cara menemUkanKu

Membunuh Sendiriku

Dini Hari Hingga
detik ini…

 

Live Free or DIE

Sunday, August 19th, 2007

 

*Inspired by street barbershop man on Urip
sunohardjo street Jatinegara-

Rabu siang, 2 hari
menjelang HUT RI ke-62.

Terik panas,
keringat lengket, mataku yang silau tertuju kepadanya.

Lelaki tua,
kerempeng beruban, berdiri terkantuk di pinggir trotoar.

Di depannya
terpampang koper berisi peralatan sederhana.

Bedak bayi, busa
pupur, gunting, obat merah, kain tipis pembungkus badan pelanggannya yang
dinaungi terpal seadanya atau paying besar warna warni.

 

Usianya 60-an.

Tak terpaut jauh
dari bapak di rumah, yang sehari sebelumnya ku dapati gurat senjanya.

Kala itu sedikit
sesal, dalam hati aku meminta pengertiannya.

“Maaf belum juga
menikah”.

 

Ku amati lelaki
tua itu.

Berkemeja putih
tipis dan celana bahan era 70-an.

Aku suka gayanya.
Klasik.

Tulang pipinya
menonjol di antara hidung mancung dan alis putihnya.

Dia tampan, begitu
simpulku.

 

Masa telah
mengerus kekuatan dan ketampanan yang terpendar kala mudanya.

Keadaan ekonomi,
begitu dugaku.

 

Entah lah…aku Cuma
bisa iba menahan tangis untuknya.

Lelaki tua yang
tak ku tahu namanya.

 

Aku cuma tau, dia
satu adalah salah satu dari lima lelaki seprofesi.

Profesi yang ku
tau pasti telah dilakoninya sejak lama

Profesi yang
mereka jalani tanpa keluh meski hasil tak seberapa

Profesi yang kini
semakin tersingkir akibat penertiban PKL dan merebaknya salon-salon di Jakarta.

Buat Bapak Tukang cukur
di trotoar gereja jalan Urip Sumohardjo Jatinegara,

salut dan hormat
ku untuk kalian.

MERDEKA ?!

 

 

Ketika Cinta Usai

Thursday, August 16th, 2007

*Inspired by Anna KaRenina-Leo ToLstoY-

 

“Apa yang ia
cari sebenarnya dari diriku ? Bukan cinta, namun hanya sebuah kebanggaan karena
berhasil mendapatkanku. Dia telah mengambil segala yang ia dapatkan dariku. Dia
adalah segalanya bagiku, dan aku ingin dia memberikan segalanya untukku, namun
ia semakin menjauh dariku. Dia telah menghentikan cintanya untukku, dan dimana
cinta berakhir, benci akan dimulai. “

 

Membaca kalimat
diatas, seperti menuliskan apa yang berkecamuk di dalam kepalaku sendiri.

Pikiran pikiran
buruk hasil kerasnya olah pikir yang menahan malam-malam resahku dengan
sejumlah masalah yang ku coba cari penyelesaiannya.

Pikiran buruk yang
juga kerap diisi dengan pil-pil tidur.

Pikiran buruk yang
sangat kerap berujung pada ide KEMATIAN.

 

Aku merasa seperti
Anna.

Ketersiksaan dan
keputusasaan membuat emosi kami sama.

Sangat kompleks
dan luar biasa labil.

Turun naik,
seperti roller coaster.

 

Aku lalu
bertanya-tanya

Mungkin emosi kami
juga emosi kaum kami lainnya.

Begitu Cinta yang
kau cari datang, segalanya diberikan

Bahkan ruang untuk
diri sendiripun tak tersisakan.

Kami GILA.

 

Entah…

Keinginan kami
untuk menyalahkan orang yang kami cintai sama

Keinginan kami
untuk menghukum orang yang kami cintai juga sama.

Entah apa yang
salah dalam CINTA.

 

Yang ku tau, aku
tak seberani Anna

Menemui kematian
untuk menghukumnya.

AngiN MaLaM

Sunday, August 12th, 2007

Pada Malam aku berTanya
meminta Angin MenYampaikan ke Lubuk Hatinya yang dulu ku kenaL

Masihkah Rasamu Untuk Ku ?
Untuk Kita ?

LOve Just AinT ENougH

Friday, August 10th, 2007

there’s a danger in loving somebody too
much,
and it’s sad when you know it’s your heart they can’t touch.
There’s a reason why people don’t stay who they are.
Baby, sometimes, love just ain’t enough
.

 

I
guess patti Smith was Right

Love
Just ain’t enough

 

Naïve
me

a

Thought
that love will last

Strong
and Survive during any ConfliCts

Will
stay FoReveR

RedeMpt
Mixed Up EmotioNs

UnderstanD
AnY Up & DowN Situations

Change
into Better Persons

 

But
I was Wrong !

Totally
WRONG !

 

Love
Not aLways Look, Hear, FeeL like LOVE

 

PaY It ForwarD

Sunday, August 5th, 2007

Some people
may be too afraid to change their own lives
in order to make the whole world a
better place.
They get used to with their routine situation.
A small change feel so hard for them.
That leave them with the old kind of life.
They forgot what their real necessities are.
When this is happen, everyone loss.

Are we those loss people ?

* Some qoutes from the movie
Dunno exactly the real specific script
But this is how I remember some Great Inspiring Piece of iT.

EquaLaTioN ?

Friday, August 3rd, 2007

I make him terrify
He make me petrify